January 17, 2012

Pengukuran Suhu Udara & Faktor yang Memengaruhinya


Pengukuran Suhu Udara & Faktor yang Memengaruhinya
Di depan telah disampaikan bahwa energi sinar Matahari berfungsi memanaskan atmosfer. Pemanasan atmosfer menyebabkan peningkatan suhu udara. Apa yang dimaksud dengan suhu udara? Suhu udara menunjukkan tingkat panas atau dinginnya atmosfer. Suhu udara itu sendiri merupakan salah satu unsur penting dari cuaca dan iklim. Berdasarkan pengamatan, suhu udara bervariasi dari waktu ke waktu dan dari satu tempat ke tempat lain.

a. Faktor yang Memengaruhi Suhu Udara
Tempat-tempat di permukiman Bumi memiliki suhu udara yang berbeda-beda dan bersifat menyebar. Suhu permukaan Bumi menyebar secara horizontal dan vertikal. Persebaran secara horizontal menunjukkan suhu udara tertinggi terdapat di daerah tropis (ekuator) dan semakin ke arah kutub suhu udara semakin dingin. Sedang persebaran secara vertikal menunjukkan, semakin tinggi tempat, maka suhu udara semakin dingin. Perbedaan suhu udara di banyak tempat dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut.
1) Letak lintang.
2) Ketinggian tempat.
3) Jenis permukaan.
4) Kelembapan udara.
5) Tutupan awan di angkasa.
6) Arus samudra.
7) Jarak dari laut.

b. Pengukuran Suhu Udara
Suhu udara diukur dengan termometer. Pada umumnya, termometer yang digunakan adalah termometer maksimum–minimum. Sesuai dengan namanya, alat pengukur suhu udara ini terdiri atas termometer maksimum dan termometer minimum. Termometer lain yang dapat digunakan untuk mengukur suhu udara adalah termometer gabungan berbentuk ”U” yang disebut termometer six. Termometer ini berisi alkohol dan air raksa. Suhu udara dapat diukur secara harian, bulanan, dan tahunan.

1) Suhu Harian
Suhu udara harian dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Rentang Suhu Harian (Diurnal)
Ini menunjukkan selisih suhu maksimum dan suhu minimum pada hari tertentu. Contoh, pada termometer six menunjukkan suhu maksimum 36° C dan suhu minimum 20° C. Berarti, rentang suhu harian (diurnal) = (36 – 20)° C = 16° C.
b) Suhu Harian Rata-rata (SHR)
Suhu harian rata-rata dapat dihitung dengan dua cara.
(1) Suhu maksimum dan minimum rata-rata selama 24 jam:
SHR = (Suhu maksimum Suhu minimum) / 2
(2) Suhu per jam rata-rata selama 24 jam:
SHR = Jumlah suhu per jam dalam 24 jam / 24

2) Suhu Bulanan Rata-Rata (SBR)
Menunjukkan suhu udara harian rata-rata selama sebulan dapat dihitung dengan formula berikut.
SBR = Jumlah suhu harian rata-rata sebulan/ Jumlah hari dalam sebulan

3) Suhu Tahunan
Suhu udara tahunan dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Suhu Tahunan Rata-Rata (STR)
Menunjukkan jumah suhu bulanan rata-rata selama 12 bulan dibagi jumlah bulan. Dihitung dengan formula berikut.
STR = Jumlah suhu bulanan rata-rata 12 bulan/ Jumlah bulan
b) Rentang Suhu Tahunan Rata-Rata (RST)
Menunjukkan selisih suhu bulanan rata-rata tertinggi dan terendah dalam setahun, dapat dihitung dengan formula berikut.
RST = Suhu bulanan rata-rata tertinggi - Suhu bulanan rata-rata terendah.

c. Suhu Udara pada Ketinggian Tempat Tertentu
Bagaimana menentukan suhu udara suatu tempat berdasarkan ketinggiannya? Penentuan suhu udara suatu tempat dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut.
1) Jika hanya diketahui ketinggian suatu tempat.
T = 26,3 – 0,6 h
T = Suhu udara yang dicari (°C).
26,3 = Konstanta (suhu udara rata-rata di daerah pantai tropis).
0,6 = Konstanta.
h = Tinggi tempat dalam ratusan meter.

2) Jika diketahui ketinggian dua tempat, yang satu diketahui suhu udaranya dan yang satu tidak.
DT = 0,006 (X1 – X2) × 1°C
DT = Selisih suhu udara antara tempat 1 dengan tempat 2 (°C).
X1 = Ketinggian tempat yang diketahui suhu udaranya (m).
X2 = Ketinggian tempat yang dicari suhu udaranya (m).

Apa Komentar anda tentang materi di Atas...

Artikel yang berkaitan :

Comments
0 Comments

0 comments: