December 28, 2013

Tujuan & Fungsi Sosialisasi








 Di era ini anak-anak sekarang lebih menyukai social media dibanding dengan bersosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya... padahal sosialisasi itu sangat bermanfaat.... adapun tujuan dan fungsinya adalah sebagai berikut :
 

Tujuan Sosialisasi
Sosialisasi sebagai suatu proses sosial mempunyai tujuan sebagai berikut.
a. Memberikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan seseorang untuk melangsungkan kehidupan di tengah-tengah masyarakat.
b. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuan untuk membaca, menulis, dan bercerita.
c. Membantu seseorang mengendalikan fungsi-fungsi organik melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
d. Menanamkan kepada seseorang nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat.

Fungsi Sosialisasi
Proses sosialisasi di lingkungan masyarakat memiliki dua fungsi utama sebagai berikut.
a. Dilihat dari kepentingan individu, sosialisasi bertujuan agar individu bisa mengenal, mengakui dan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai, norma-norma, dan struktur sosial yang ada di dalam masyarakat.
b. Dilihat dari kepentingan masyarakat, sosialisasi berfungsi sebagai alat pelestarian, penyebarluasan, dan pewarisan nilai-nilai serta norma-norma yang ada dalam masyarakat, supaya tetap ada dan terpelihara oleh seluruh anggota masyarakat.

November 26, 2013

Cara Menghindari Hubungan Seks Bebas


Cara menghindari hubungan seks bebas terutama di kalangan remaja antara lain sebagai berikut.
1. Beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah maupun di luar sekolah.

2. Memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat seperti berolahraga, mengikuti kegiatan organisasi di lingkungan masyarakat atau sekolah.

3. Mencari teman yang baik dan bergaul dengan lingkungan (masyarakat) yang baik.

4. Menyibukkan diri dengan hal-hal yang berguna seperti membantu pekerjaan orang tua di rumah, ikut kursus keterampilan, dan lain-lain.

Menganalisis Dampak Pergaulan Bebas


Salah satu permasalahan penting yang dihadapi generasi muda adalah pergaulan bebas yang mengarah kepada perilaku hubungan seks secara bebas. Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun sesame jenis. Bentuk-bentuk tingkah laku ini dapat beraneka ragam, mulai dari perasaan tertarik hingga tingkah laku berkencan, bercumbu, dan senggama. Perilaku seksual yang dilakukan sebelum waktunya dapat mengakibatkan dampak psikologis yang sangat serius, seperti rasa bersalah, depresi, marah, dan agresif.

Sementara akibat psikososial yang timbul akibat perilaku seksual antara lain adalah ketegangan mental dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah, misalnya pada kasus remaja yang hamil di luar nikah. Sebelumnya berstatus sebagai remaja, pelajar, dan seorang anak. Setelah hamil di luar nikah akan berubah status menjadi ayah dan ibu, pekerja yang harus menghidupi keluarganya, dan sekaligus menjadi orang tua. Belum lagi tekanan dari masyarakat yang mencela dan menolak keadaan tersebut. Selain itu, risiko lain adalah terganggunya kesehatan yang bersangkutan, resiko kelainan janin, dan tingkat kematian bayi yang tinggi. Di samping itu, tingkat putus sekolah remaja hamil juga sangat tinggi, hal ini disebabkan rasa malu remaja dan penolakan sekolah menerima kenyataan adanya murid yang hamil di luar nikah. Masalah ekonomi juga akan membuat permasalahan ini menjadi semakin rumit dan kompleks.

Salah satu bahaya pergaulan bebas adalah dapat tertular penyakit menular seksual. Penyakit kelamin ini sudah berkembang di negara Indonesia baik pada lapisan masyarakat miskin maupun kaya. Penyakit kelamin ini dapat berpindah dari satu orang ke orang lain.

Jenis-jenis penyakit kelamin beserta penyebabnya.
1 . Sifilis, disebabkan oleh Triponema pallidum.
2 . Gonore, disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae.
3 . Ulcus molle, disebabkan oleh bakteri Haemophylus ducreyi.
4 . Granuloma inguanale, disebabkan oleh Denovania granulomatis.
5. Imphogranuloma vanereum, disebabkan oleh virus Imphogranuloma.

Potensi Generasi Muda


Generasi muda memiliki posisi dan peran yang strategis dalam proses pembangunan dan regenerasi suatu bangsa. Generasi mudalah yang akan menyambut tongkat estafet kepemimpinan. Keberhasilan suatu bangsa tercermin dalam keberhasilannya melahirkan generasi yang berkualitas sehingga mampu mengangkat harkat dan martabat bangsanya.

Hal di atas berangkat dari realitas dan filosofi bahwa masa muda adalah lambang kekuatan, kekuasaan, vitalitas energi, dan secara umum merupakan masa ketika potensi dan kemampuan fisik, mental, intelektual, dan moral seseorang dalam tingkat perkembangan dan daya guna yang optimal. Selain itu, generasi muda juga mempunyai potensi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dan kepentingan.

Di samping itu, masa muda adalah masa rawan yang masih memerlukan arahan dan bimbingan. Menginjak usia remaja, biasanya seseorang masih labil, mudah terpengaruh orang lain. Lingkungan dan pergaulan sangat memengaruhi jiwa seorang remaja. Lingkungan yang baik dan mendukung serta pergaulan yang sehat akan mendidik remaja menjadi seorang yang mempunyai dedikasi yang tinggi dan kemauan kuat untuk menahan hawa nafsunya dan mengarahkan potensinya ke hal-hal yang positif.

Hidup Sehat dengan Menjaga Pergaulan


Para remaja biasanya memiliki rasa ingin tahu yang besar, ingin mencoba segala hal untuk mencari jati dirinya. Hal ini harus disikapi secara hati-hati, karena kalau tidak ia akan mudah terjerumus ke dalam berbagai masalah seperti narkoba, kriminal, dan pergaulan bebas yang berakhir pada hubungan seks bebas. Kalau remaja sudah terjerumus ke dalam permasalahan di atas, sangatlah sulit untuk bangkit kembali. Hal ini dikhawatirkan akan suramlah masa depannya.

Agar terhindar dari permasalahan di atas, kita akan membahas budaya hidup sehat yang di dalamnya mengulas tentang dampak buruk pergaulan bebas serta cara menghindarinya. Pergaulan di zaman sekarang cenderung ke arah bebas dan mulai meninggalkan norma-norma masyarakat pada zaman dahulu. Hal ini tentu patut disayangkan. Walaupun kita hidup di zaman modern dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang luar biasa, namun norma-norma pergaulan masyarat zaman dahulu tentu tidak ada salahnya untuk terus dipergunakan.