February 29, 2012

Pengertian & konsep Penelitian Kuantitatif


Pengertian & konsep Penelitian Kuantitatif
Dalam arti sempit, istilah penelitian kuantitatif menunjuk suatu upaya pencatatan data hasil penelitian dalam jumlah tertentu (quantum = jumlah) yang biasanya dinyatakan dalam bentuk angka-angka atau statistik. Dalam arti luas, penelitian kuantitatif menunjuk teknik metodologi penelitian ilmiah yang berdasarkan pola kerja statistik dengan mengumpulkan, menyusun, meringkas, dan menyajikan datadata dalam bentuk angka-angka atau statistik, dan selanjutnya menarik kesimpulan-kesimpulan dan mengambil keputusan-keputusan yang logik dari pengolahan data-datanya.

Perlu diingat bahwa penelitian dengan pendekatan kuantitatif sama sekali tidak mempengaruhi atau tidak mengubah metodologi dasar suatu bidang ilmu. Pendekatan kuantitatif adalah tetap sebagai pendekatan, ialah membantu dalam mengumpulkan data, menganalisis, menyimpulkan, dan mengambil keputusan berdasarkan logika statistik.

1) Peranan Statistik dalam Penelitian Kuantitatif
Peranan statistik dalam penelitian kuantitatif diperlukan dalam rangka hal-hal sebagai berikut.
a) Alat untuk menghitung besarnya sampel yang diambil dari suatu populasi, sehingga jumlah sampel yang diperlukan dapat dipertanggungjawabkan.
b) Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen dalam suatu uji coba instrumen sebelum digunakan dalam penelitian.
c) Teknik penyajian data-data dalam bentuk tabel, grafik, diagram lingkaran, dan piktogram.
d) Alat untuk analisis data dan uji hipotesis yang diajukan dalam penelitian, seperti analisis korelasi, regresi, t-test (uji-t), anova, dan lain-lain.

2) Macam-Macam Statistik dan Penelitian Kuantitatif
Seperti dikatakan di atas, bahwa statistik bukan saja dalam makna yang sempit sebagai data, namun sekaligus juga dalam makna yang lebih luas sebagai alat analisis dan alat untuk mengambil keputusan. Statistik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Statistik deskriptif, dan
b) Statistik inferensial.
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menggambarkan (mendeskripsikan) atau menganalisis suatu data statistik hasil penelitian, tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas, seperti membuat generalisasi atau inferensi. Suatu penelitian yang tidak menggunakan sampel, analisisnya akan menggunakan statistik deskriptif. Demikian juga penelitian yang menggunakan sampel, namun peneliti tidak bermaksud untuk membuat kesimpulan terhadap populasi dari mana yang diambil, maka statistik yang digunakannya pun adalah statistik deskriptif. Dalam hubungan ini teknik korelasi dan regresi juga berfungsi sebagai statistik deskriptif. Data-data penelitian deskriptif disajikan dalam bentuk tabel biasa atau distribusi frekuensi, grafik (histogram, poligon), diagram lingkaran, grafik gambar (piktogram), tendensi sentral (mean, median, modus), dan variabilitas (range dan standar deviasi).

Statistik inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel, dan hasilnya akan digeneralisasikan (diinferensikan) untuk populasi darimana sampel diambil. Terdapat dua macam statistik inferensial, ialah sebagai berikut.
a) Statistik parametris,
Statistik parametris terutama digunakan untuk menganalisis data interval atau rasio, yang diambil dari populasi yang berdistribusi normal.
b) Statistik non-parametris.
statistik non-parametris terutama digunakan untuk menganalisis data nominal, dan ordinal dari populasi yang bebas distribusi. Jadi tidak harus normal. Teknik korelasi dan regresi lebih  berfungsi sebagai statistik inferensial.

3) Berbagai Macam Data Penelitian Kuantitatif
Data hasil penelitian dapat dibedakan menjadi dua, yakni data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar. Sedang data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, atau data kualitatif yang diangkakan (scoring). Data kuantitatif dapat dikelompokkan lagi menjadi dua kelompok besar, yakni:
a) Data deskrit, dan
Data deskrit adalah data yang diperoleh dari hasil menghitung atau membilang, jadinya bukannya dari hasil mengukur. Misalnya, jumlah siswa laki-laki ada 20 orang, siswa perempuan ada 25 orang. Siswa yang berasal dari desa berjumlah 15 orang, dan selebihnya, yakni 30 orang berasal dari kota, dan seterusnya. Data deskrit disebut pula data nominal.

b) Data kontinum.
Data kontinum adalah data yang diperoleh dari hasil pengukuran. Data kontinum selanjutnya dapat dikelompokkan menjadi tiga, yakni:
1) Data ordinal,
Data ordinal adalah data yang berjenjang atau data berbentuk peringkat. Misalnya, Pegawai Golongan I, II, III, dan IV. Ada Pegawai Eselon I, II, III, dan IV. Mahasiswa tingkat I, II, III, dan IV. Dalam pertandingan terdapat juara I, II, dan III, dan lain-lain. Jarak data yang satu dengan yang lain dalam data ordinal belum tentu sama.
2) Data interval
Data interval adalah data yang memiliki jarak yang sama, namun tidak mempunyai nilai nol absolut (mutlak). Pada data ini, meskipun datanya nol, namun masih tetap memiliki nilai. Misalnya nol derajat Celcius, ternyata masih ada nilainya. Dalam penelitian sosial dikenal instrumen yang menggunakan Skala Likert, Guttman, dan Thurstone, yang menghasilkan data interval. Data interval dapat pula dijadikan data ordinal.
3) Data rasio.
Data rasio adalah data yang memiliki jarak yang sama dan memiliki nilai nol absolut. Jadi nilai nol dalam data rasio berarti tidak nilainya sama sekali. Hasil pengukuran panjang (M), berat (Kg) adalah contoh data rasio. Bila nol meter, berarti tidak ada panjangnya, demikian pula nol kg, artinya tidak ada beratnya. Data rasio dapat dikenakan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Data rasio, dengan demikian, merupakan data yang paling teliti. Data rasio dapat disusun pula menjadi data interval maupun data ordinal.

4) Pedoman Umum Memilih Teknik Analisis Statistik
Terdapat bermacam-macam teknik statistik yang dapat digunakan dalam penelitian, khususnya dalam pengujian hipotesis. Dalam pengujian hipotesis yang sering dirumuskan dalam simbol-simbol hipotesis statistik senantiasa dinyatakan secara berpasangan antara hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha). Bila salah satu hipotesis ditolak, maka hipotesis yang lain pasti diterima. Bila Ho ditolak, maka dengan tegas Ha pasti diterima. Teknik statistik mana yang akan digunakan untuk pengujian tergantung pada interaksi antara macam data (nominal, ordinal, interval, dan rasio) yang akan dianalisis dan bentuk hipotesisnya. Sedang sesuai dengan jenis penelitian dan “tingkat eksplanasinya”, terdapat tiga bentuk hipotesis ialah:
a) Hipotesis deskriptif,
b) Hipotesis komparatif,
c) Hipotesis asosiatif.

Dalam penelitian pendidikan yang pada umumnya menggunakan data interval atau rasio, maka teknik statistik yang digunakan dapat dipilih di antaranya:
a) Untuk hipotesis deskriptif: tendensi sentral (mean dan median) dan t-test satu variabel.
b) Untuk hipotesis komparatif: t-test dua sampel; dan anava (untuk lebih dari dua sampel).
c) Untuk hipotesis asosiatif: korelasi produk momen dan korelasi ganda (regresi).

Apa Komentar anda tentang materi di Atas...

Artikel yang berkaitan :

Comments
0 Comments

0 comments: