Latest News

Karakteristik & pengertian penelitian kualitatif


Karakteristik & pengertian penelitian kualitatif
Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang lebih mengutamakan pada masalah proses dan makna/persepsi. Penelitian ini diharapkan dapat mengungkap berbagai informasi kualitatif dengan deskripsi-analisis yang teliti dan penuh makna. Pada tiap-tiap objek akan dilihat kecenderungan, pola pikir, ketidakteraturan, serta tampilan perilaku dan integrasinya sebagaimana dalam studi kasus genetik (Muhadjir, 1996: 243).

Memahami dan mengenal karakteristik penelitian kualitatif akan mempermudah peneliti untuk mengambil arah dan jalur yang benar, baik dalam memilih topik penelitian, menyusun proposal, melakukan pengumpulan data, melakukan analisis, maupun mengembangkan laporan studinya. Dalam perkembangan riset kualitatif yang semakin kaya variasinya, riset ini memiliki keluwesan bentuk dan strateginya. Peneliti kualitatif dalam berbagai bidang yang relatif baru bagi penelitian ini, memungkinkan perumusan karakteristiknya tidak bersifat definitif (Sutopo, 1996). Dalam perjalanan perkembangan penelitian kualitatif selama ini, karakteristik tersebut meski tidak selalu dimiliki oleh setiap jenis studi kualitatif namun merupakan milik metodologi penelitian kualitatif secara keseluruhan. Beberapa karakteristik tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut.

a. Permasalahan Masa Kini
Penelitian kualitatif mengarahkan kegiatannya secara dekat pada masalah kekinian (current event). Kepentingan pokoknya diletakkan pada peristiwa nyata dalam dunia aslinya, bukan sekedar pada laporan yang ada. Subjek peristiwa yang diteliti adalah subjek masa kini dan bukan subjek masa lampau seperti dalam kebanyakan riset historis. (Yin, 1987)

b. Memusatkan pada Deskripsi
Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, kalimat atau gambar yang memiliki arti lebih daripada sekedar angka atau frekuensi. Peneliti menekankan catatan yang menggambarkan situasi sebenarnya guna mendukung penyajian data. Jadi, dalam mencari pemahaman, riset kualitatif tidak memotong halaman cerita dan data lainnya dengan simbol-simbol angka. Peneliti mencoba menganalisis data dengan semua kekayaan wataknya yang penuh nuansa, sedekat mungkin dengan bentuk aslinya seperti pada waktu dicatat. Sifat penelitian semacam ini mampu memperlihatkan secara langsung hubungan transaksi antara peneliti dengan yang diteliti yang memudahkan pencarian kedalaman makna. Sifat semacam ini lebih peka dan dapat disesuaikan dengan pengkajian bentuk pengaruh dan pola nilai-nilai yang mungkin dihadapi peneliti. (Sutopo, 1996)

c. Peneliti sebagai Alat Utama Riset (Human Instrument)
Walaupun berbagai alat pengumpulan data yang biasa kita kenal ada kemungkinan untuk digunakan, namun alat penelitian utamanya adalah peneliti sendiri. Penggunaan instrumen yang kaku seperti dalam penelitian kuantitatif sangat menyulitkan bagi terjadinya kelenturan sikap penelitian kualitatif yang selalu siap terbuka dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang baru dan mungkin berubah setiap waktu dengan beragam realitas yang juga mungkin dijumpai. Perlu ada keyakinan bahwa hanya manusia yang mampu menggapai dan menilai makna dari berbagai interaksi (Sutopo, 1996). Ini berarti bahwa penelitilah yang memaknai data, menganalisis, mensintesis, dan kemudian menginterpretasi data, dan bukannya melalui alat bantu atau instrumen.

d. Purposive Sampling
Purposive Sampling berarti bahwa pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif tidak dimaksudkan untuk mewakili populasi, melainkan untuk mewakili informasi berdasarkan pertimbanganpertimbangan tertentu. Sebagai contoh, penelitian terhadap sekolah dapat dilakukan dengan wawancara terhadap kepala sekolah saja, jika data tersebut dianggap cukup. Tetapi jika belum cukup, maka perlu mewawancarai informan yang lain baik guru maupun siswa. Teknik cuplikan di dalam riset kualitatif sering juga dinyatakan sebagai internal sampling”, karena sama sekali bukan dimaksudkan untuk mengusahakan generalisasi tetapi untuk memperoleh kedalaman studi di dalam suatu konteks tertentu. (Yin, 1987)

e. Pemanfaatan Tacit Knowledge
Dalam pengumpulan data, peneliti kualitatif tidak hanya mencatat apa yang dinyatakan secara formal, tetapi juga mencatat berbagai hal yang dirasakan perlu oleh peneliti. Semuanya itu akan tercermin dalam data pada bagian deskriptif.

f. Lebih Mementingkan Proses daripada Produk
Hal ini dimaksudkan bahwa penelitian kualitatif menekankan pada proses penelitian dan proses suatu gejala. Sementara produk akan mengikuti bagaimana proses berjalan. Sebagai contoh, penelitian terhadap proses belajar-mengajar yang tekanannya adalah proses, dan tentunya akan berakibat pada hasil atau produk. Demikian pula halnya dengan penelitian lapangan yang lain.

g. Makna sebagai Perhatian Utama Riset
Dalam mengumpulkan beragam informasi, peneliti memperhatikan proses bagaimana sesuatu terjadi, karena makna mengenai sesuatu sangat ditentukan oleh proses bagaimana sesuatu itu terjadi. Jika dalam penelitian kuantitatif dituntut untuk tidak melebihi fakta dan mencari hubungan kausalitas, maka dalam penelitian kualitatif dituntut untuk mencari makna di balik fakta. Itu artinya, penelitian kualitatif tidak hanya berhenti pada fakta, melainkan dilanjutkan pada pencarian makna di balik fakta tersebut. Bila dibandingkan dengan penelitian kuantitatif, jelaslah bahwa karakteristik riset kualitatif sangat berbeda, terutama dari segi kompleksitasnya. Dengan pemahaman karakteristik tersebut, peneliti akan lebih sadar mengenai apa yang harus dilakukan di dalam pelaksanaan risetnya, mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan di lapangan studinya, sampai dengan penyusunan laporan penelitian secara lengkap. Selanjutnya, karakteristik tersebut tampak terwujud di dalam beragam teknik dan langkah pelaksanaan penelitian secara lengkap.

0 Response to "Karakteristik & pengertian penelitian kualitatif"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Klik salah satu Link di Bawah ini, untuk menutup BANNER ini...