February 2, 2012

Arti Penting Lingkungan Hidup bagi Manusia


Arti Penting Lingkungan Hidup bagi Manusia
Lingkungan hidup menjadi sumber dan penunjang kehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Tuhan telah menyediakan lingkungan hidup bagi kehidupan di Bumi. Sudah selayaknya manusia memanfaatkan lingkungan hidup dengan bijaksana dan wajib menjaga kelestariannya. Bagaimana cara memanfaatkan dan melestarikan lingkungan hidup? Coba ikuti pemaparannya sebagai berikut.

1. Lingkungan Hidup
Istilah lingkungan hidup sering kali kamu dengar dan perbincangkan dalam kaitan dengan kerusakan atau bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan pencemaran. Apakah yang dimaksud lingkungan hidup? Secara umum, lingkungan hidup menunjuk pada berbagai macam organisme di sekitar yang melangsungkan kehidupannya. Lingkungan sekitar diartikan segala benda hidup dan tidak hidup yang berperan dalam mendukung keberadaan makhluk hidup seperti tanah, udara, air, dan makanan bagi makhluk hidup, termasuk panas sinar matahari, dan gravitasi.
Pada lingkup manusia, faktor budaya juga termasuk dalam lingkungan hidup. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup disebutkan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Lingkungan hidup juga dapat dipandang dari aspek biologi, fisik, manusia, dan sosial.

a. Dari aspek biologi, lingkungan biologi merupakan segala sesuatu yang berada di sekitar manusia yang berupa organisme hidup (selain manusia sendiri), misalnya hewan kecil (kuman) sampai hewan besar (gajah) dan tumbuhan kecil (rumput) sampai tumbuhan besar (pohon kelapa).

b. Lingkungan fisik manusia merupakan lingkungan alam yang mengelilingi atau berada di sekitar manusia. Lingkungan ini meliputi faktor:
1) Iklim
2) Bentuk lahan (contoh: dataran rendah, dataran tinggi, dan
pegunungan).
3) Tanah
4) Perairan (seperti sungai, danau, mata air, rawa, dan laut).
5) Vegetasi (contoh: hutan, padang rumput, flora, dan gurun).
6) Mineral tambang.

c. Lingkungan sosial merupakan lingkungan manusia dalam masyarakat yang berada di sekitarnya, misalnya tetangga, teman sekerja, dan orang lain.

2. Komponen dan Jenis Lingkungan Hidup
Segala yang kamu lihat dan amati di lingkungan sekitar menunjukkan bahwa lingkungan hidup dibentuk oleh banyak komponen. Secara umum komponen lingkungan hidup dibedakan menjadi dua, yaitu komponen fisik yang membentuk lingkungan alam dan komponen manusia yang membentuk lingkungan terbangun. Satu jenis komponen lingkungan mungkin tersedia banyak di daerah tertentu, misalnya kayu di hutan dan ikan di laut. Mungkin juga satu jenis komponen lingkungan jarang atau tidak terdapat di daerah tertentu, misalnya air di gurun atau vegetasi di lahan tandus. Di kota terdapat lebih banyak rumah dan bangunan dibanding pedesaan.
Sedang di hutan terdapat lebih banyak tumbuhan dan hewan dibanding gurun. Jadi, komponen-komponen lingkungan menyebar tidak merata di permukaan Bumi. Lingkungan terbangun atau lingkungan manusia terbentuk ketika manusia mengubah lingkungan alami dan membangunnya. Di permukaan Bumi ini tidak banyak tempat yang tersisa dalam bentuk lingkungan alam. Manusia telah mengubah banyak lingkungan alam menjadi lingkungan terbangun. Perubahan terbesar terjadi pada pembentukan wilayah kota. Di wilayah kota, sulit ditelusuri lagi kenampakan aslinya. Wilayah desa juga merupakan lingkungan terbangun dan mengalami perubahan oleh kegiatan manusia, tetapi dengan intensitas perubahan yang lebih rendah daripada wilayah kota. Manusia memiliki pengaruh kuat untuk mengubah lingkungan alam demi memenuhi kebutuhannya.

3. Lingkungan Alam dan Manusia Saling Memengaruhi
Kehidupan manusia dipengaruhi oleh lingkungannya. Ketika berada di lingkungan yang berbeda, manusia memberi tanggapan atau bertindak dengan cara yang berbeda pula. Pada lingkungan bersuhu dingin, manusia menyesuaikannya dengan memakai pakaian tebal, berusaha agar suhu ruang menjadi hangat dengan pemanas udara, atau menghangatkan badan dengan minuman panas. Sebaliknya, pada lingkungan bersuhu panas, manusia menyesuaikan dengan memakai pakaian tipis, mengibas-kibaskan kipas, atau menghidupkan penyejuk ruangan.

Faktor penting yang memengaruhi manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan adalah teknologi. Teknologi berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, dan peralatan yang dimilikinya. Penduduk menggunakan teknologi dengan tingkat yang berbeda-beda. Di bidang pertanian, sebagian penduduk mengolah lahan dengan teknologi sederhana, misalnya membajak lahan menggunakan alat bajak yang ditarik kerbau atau sapi. Mereka membuat saluran air hanya dengan cangkul. Sedang sebagian penduduk yang lain mengolah lahan pertanian dengan teknologi modern, misalnya menggunakan traktor untuk membajak lahan dan ekskavator untuk membuat saluran air.

Secara umum, penduduk yang menggunakan teknologi sederhana, kehidupannya masih tergantung pada lingkungan alam. Kebutuhan pokok seperti air, pangan, pakaian, dan tempat tinggal dicukupi dari lingkungan sekitar. Contoh: suku-suku di Papua masih banyak hidup di hutan. Peralatan tombak dan panah digunakan untuk berburu dan mengumpulkan pangan. Tempat tinggalnya dibangun dengan menggunakan bahan yang diperoleh dari lingkungan hutan sekitar.

Di daerah lain, penduduk dengan teknologi maju berusaha meningkatkan kesejahteraan dengan memanfaatkan sumber daya lingkungan alam. Mereka telah membangun lingkungan budaya yang terlihat berbeda dengan lingkungan alam aslinya. Mereka memanfaatkan sumber daya lingkungan alam untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Contoh: penduduk desa di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah membangun pembangkit listrik kecil dengan memanfaatkan arus sungai. Dengan tersedianya listrik, mereka dapat menghidupkan lampu dan peralatan listrik.

Sumber daya alam merupakan bahan yang terdapat di lingkungan alam dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sumber daya alam dikelompokkan menjadi sumber daya dapat diperbarui (renewable resource) dan tidak dapat diperbarui (non-renewable resource). Sumber daya dapat diperbarui adalah sumber daya yang dapat dihasilkan kembali secara ajek dan tidak akan kekurangan oleh penggunaan yang kontinu. Contoh: air, udara, dan energi sinar matahari. Beberapa sumber daya lain yang dapat diperbarui seperti hutan, tanah, dan hewan besar memerlukan waktu lama untuk memperolehnya kembali.

Manusia mampu mengubah nilai guna sumber daya hingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Pada tempat dan waktu tertentu suatu sumber daya dapat bernilai tinggi dan menguntungkan. Sebagai contoh, dalam masyarakat pertanian berpindah, hutan sangat berarti untuk lahan pertanian. Mereka membakar hutan untuk dijadikan lahan pertanian. Di negara sedang berkembang seperti Indonesia, hutan dimanfaatkan sebagai pembangunan. Hutan menghasilkan kayu yang digunakan untuk bahan bangunan dan mebel. Inilah salah satu contoh pengaruh manusia pada alam.

Apa Komentar anda tentang materi di Atas...

Artikel yang berkaitan :

Comments
0 Comments

0 comments: