January 7, 2012

Teknologi yang berkaitan dengan metabolisme makanan

Teknologi yang berkaitan dengan metabolisme makanan
Mengapa tubuh kita memerlukan makanan? Makanan dalam tubuh kita gunakan sebagai sumber energi. Perkembangan teknologi telah mempengaruhi proses pengolahan makanan. Berikut ini beberapa hasil teknologi yang menghasilkan produk-produk makanan.
  1. Makanan yang berkadar gula rendah
Tubuh memerlukan makanan yang sehat. Saat ini banyak orang yang mengabaikan pola makanan sehat serta makan dengan porsi berlebih. Makan berlebih tanpa disertai dengan gerak dan olahraga yang cukup akan menimbulkan kelebihan berat badan. Makanan yang dikonsumsi orang saat ini umumnya berenergi tinggi yaitu makanan yang kaya lemak dan mengandung kadar gula tinggi. Akibatnya banyak sekali orang yang menderita penyakit diabetis mellitus. Untuk itulah kita dianjurkan menghindari makanan dan minuman yang berkadar gula tinggi. Makanan apa yang cocok untuk dikonsumsi? Makanan yang cocok adalah makanan yang berkadar gula rendah yaitu jenis makanan yang mengandung karbohidrat dan berserat tinggi dan tidak terlalu panas, misalnya ubi jalar, talas, biskuit berserat, sayursayuran, buah segar, kacang-kacangan, roti. Tahukah Anda bahwa makanan yang berserat tinggi akan cepat memberikan rasa kenyang, sehingga dapat mengurangi keinginan untuk makan. Makanan berserat tinggi menghasilkan jumlah kalor yang dibutuhkan tubuh, tetapi kadar gulanya rendah maka proses penyerapan di usus berlangsung lama.
Serat makanan merupakan unsur dari dinding sel tanaman yang tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim saluran pencernaan. Perlu Anda ketahui serat makanan berdasarkan sifat kimianya dapat dikelompokkan menjadi dua.
a. Kelompok serat yang tidak larut terdiri atas:
1) lignin, sumber dari wortel, gandum, buah arbei,
2) selulosa, sumber pada gandum, kacang polong, root vegetables, buahbuahan yang berbiji,
3) hemiselulosa, sumber pada bekatul, serelia.
b. Kelompok serat yang larut misalnya apel, gandum (oatmeal), bekatul (oatbrand), rumput laut, kacang kedelai, kacang polong, jeruk, kacang hijau, kacang kapri, dan kacang tolo.
Orang dewasa dianjurkan untuk makan makanan yang berserat sebanyak 20–30 gram setiap hari, 6 gram di antaranya berasal dari serat larut.

2. Teknologi pengawetan makanan
Saat ini banyak dikembangkan cara-cara baru untuk mengawetkan makanan. Teknologi pengawetan dan pengolahan makanan dikembangkan agar memperoleh kualitas yang baik. Berikut ini beberapa langkah dalam pengawetan makanan.
a. pengawetan secara fisika
1) Pengeringan (desikasi), dengan cara mengurangi kandungan kadar air yang bertujuan agar bakteri tidak bisa hidup. Misalnya: makanan kismis, selai pisang.
2) Suhu tinggi, penggunaan suhu yang tinggi bertujuan untuk merusak enzim-enzim metabolisme sehingga bakteri tidak dapat aktif kembali. Misalnya pembuatan dodol.
3) Suhu rendah, dengan menggunakan suhu rendah pertumbuhan bakteri dapat terhambat, sehingga makanan akan awet. Misalnya telur, sayuran, daging dimasukkan dalam kulkas.

b. pengawetan secara Kimia
1) Pemanisan, dengan memberikan konsentrasi larutan gula yang lebih pekat sehingga bakteri akan mati. Misalnya manisan buah-buahan.
2) Pengasinan, dengan memberikan konsentrasi larutan garam yang lebih pekat sehingga bakteri menjadi mati. Misalnya pembuatan ikan asin.
3) Pengasaman (pH rendah), dengan penambahan asam organik yaitu asam laktat dan asam benzoat. Misalnya pembuatan asinan buahbuahan.
4) Fumigasi, dengan menggunakan gas propilenoksida dan etinolaksida yang menyebabkan mikroba akan mati karena oksidasinya sangat kuat.
5) Antiobiotik, yang dapat menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri misalnya klortetrasiklin, hetrasiklin, dan oksitrasiklin.

c. pengawetan secara Biologi
Pada saat ini teknik fermentasi sudah banyak digunakan dalam mengawetkan makanan, misalnya sosis dan miso.

d. Pengalengan
Tahukah Anda pengalengan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan makanan. Pengalengan merupakan gabungan pengawetan secara kimia yaitu diberi rasa asam manis, dan sebagainya, serta secara fisika sebab dilakukan pada kondisi hampa udara.

e. pengawetan secara Radiasi
Penggunaan sinar X, ultraviolet, dan gamma adalah salah satu cara untuk melakukan pengawetan secara radiasi. Sinar-sinar ini dapat membunuh mikroba karena terjadi ionisasi materi genetik bakteri dan menghambat pertunasan misalnya pengawetan buah-buahan, umbiumbian, dan biji-bijian.

Apa Komentar anda tentang materi di Atas...

Artikel yang berkaitan :

Comments
0 Comments

0 comments: