January 22, 2012

Kualitas Air Laut


Kualitas Air Laut
Kualitas air laut dapat diamati dan dipelajari berdasarkan sifat-sifat air laut. Seperti halnya air tawar, air laut juga memiliki sifat fisik maupun sifat kimia. Dengan perkembangan teknologi saat ini, sifat-sifat air laut di berbagai tingkat kedalaman dapat diketahui.

a. Suhu
Suhu di permukaan laut lebih tinggi disebabkan oleh penyinaran matahari yang lebih intensif dibandingkan dengan air di bawah permukaan. Bagaimanakah persebaran suhu secara vertikal maupun secara horizontal? Secara horizontal, apakah suhu di daerah khatulistiwa dan daerah kutub sama? Tentunya tidak sama bukan? Mengapa? Berkaitan dengan gerak semu matahari, menyebabkan air samudra paling hangat di suatu jalur sepanjang khatulistiwa. Pada daerah tersebut mempunyai lapisan air hangat paling tebal, sedangkan es laut atau air laut yang membeku biasa terdapat di daerah kutub. Di bawah lapisan termoklin, suhu air hanya sedikit berubah, dari sekitar 10°C hingga 2°C. Suhu air laut berpengaruh terhadap tekanan gravitasi dan kerapatan airnya. Pada suhu 0° C air laut mempunyai tekanan gravitasi sebesar 1,028 atmosfer dengan kandungan garam 35 bagian per 1.000. Nilai gravitasi semakin besar bila suhu air laut semakin dingin dan semakin kecil suhunya bertambah panas. Kerapatan air laut dapat dibuktikan dengan mengapungnya telur dari berbagai ikan laut di permukaan laut.

b. Warna dan Kecerahan
Ketika kamu pergi ke pantai, perhatikanlah warna lautnya. Sebagian besar warna laut terlihat berwarna biru. Benarkah air laut berwarna biru? Coba kamu ambil sekantong plastik dan isilah dengan air laut. Ternyata warna air laut tidak biru, tetapi bening. Lalu, mengapa air laut terlihat biru? Hal ini karena pantulan gelombang warna itu. Cahaya matahari sebenarnya berwarna putih. Cahaya putih itu sendiri merupakan gabungan dari berbagai energi gelombang. Kenapa tampak biru? Tidak lain karena partikel di atmosfer lebih menghamburkan gelombang biru yang pendek daripada gelombang lain.
Nggak percaya? Kamu bisa membuktikan dengan cara seperti ini. Arahkan tiga buah lampu berwarna merah, biru, dan hijau pada satu layar. Gabungan dari tiga warna cahaya ini akan menghasilkan warna putih. Lalu coba matikan lampu biru, maka gabungan kedua lampu lainnya (merah dan hijau) akan menghasilkan warna kuning. Masih tidak percaya? Lakukan percobaan sendiri. Lalu, bagaimana dengan laut yang berwarna merah, hijau, kuning, hitam, maupun putih? Hal itu karena adanya kandungan unsur lain dalam air laut yang tentu saja akan memengaruhi pantulan gelombang yang mengenai air laut. Air laut memiliki tingkat kecerahan yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh kandungan zat-zat terlarut dalam air laut. Perbedaan kecerahan air laut menyebabkan perbedaan daya tembus
sinar matahari.

c. Salinitas
Air laut rasanya asin. Tentunya kamu sudah tahu hal itu. Kenapa air laut rasanya asin? Rasa asin itu disebabkan oleh garamgaraman yang terkandung dalam air laut. Pada dasarnya air laut tersusun atas garam-garam utama, unsur, senyawa, dan gas-gas terlarut.
1) Garam-Garam Utama
a) Natrium klorida (NaCl) (77,75%).
b) Magnesium klorida (Mg Cl2) (10,89%).
c) Magnesium sulfat (Mg So4) (4,73%).
d) Kalsium sulfat (Ca So4) (3,60%).
e) Kalium (K) (2,46%).
f) Kalsium karbonat (Ca C03) (0,35%).
g) Magnesium bromida (Mg Br) (0,21%).
h) Unsur turunan lain (0,01%).
2) Senyawa (unsur yang tergabung dengan unsur lain)
a) Kalsium (Ca)
b) Kalium (K)
c) Belerang (S)
d) Natrium (Na)
e) Magnesium (Mg)
3) Unsur
a) Brom (Br) h) Barium (Ba)
b) Karbon (C) i) Flour (F)
c) Boron (B) j) Yodium (I)
d) Silikon (Si) k) Arsenikum (Ar)
e) Fosfor (P) l) Mangan (Mn)
f) Besi (Fe) m) Tembaga (Cu)
g) Aluminium (Al)
4) Gas Terlarut
a) Nitrogen (N) (64%).
b) Oksigen (O) (34%).
c) Karbon dioksida (CO2) (1,6%).
d) Gas lain (0,4%).

Bagaimana persebaran keasinan di muka Bumi ini? Apakah tiap tempat memiliki tingkat keasinan yang sama? Tingkat keasinan berbeda-beda menurut kedalaman dan garis lintang. Rata-rata kadar garam air laut adalah 35%0. Hal itu berarti bahwa setiap 1.000 gram air laut mengandung garam-garaman sebanyak 35 gram. Berdasarkan letak lintangnya, daerah lintang tinggi memiliki tingkat keasinan lebih tinggi dibandingkan daerah lintang rendah. Hal ini berarti bahwa perairan kutub lebih tinggi keasinannya dibandingkan perairan khatulistiwa. Bagaimanakah letak lintang berpengaruh pada tingkat keasinan? Letak lintang memengaruhi curah hujan. Daerah lintang rendah memiliki curah hujan yang tinggi. Masuknya air hujan atau air tawar lainnya akan menurunkan kadar salinitas. Perairan di kutub lebih asin, selain dipengaruhi oleh curah hujan yang rendah, juga disebabkan oleh garam yang melepaskan diri dari air yang beku.

Menurut letak lintangnya, bagaimanakah tingkat keasinan laut-laut di Indonesia? Ya, laut di Indonesia memiliki tingkat keasinan yang tergolong rendah, yaitu sekitar 33%0. Curah hujan yang tinggi dan banyaknya sungai-sungai yang bermuara ke laut menyebabkan tingkat keasinan laut di Indonesia tergolong rendah. Tingkat keasinan menurun seiring dengan bertambahnya tingkat kedalaman laut. Hal ini berarti bahwa di permukaan laut memiliki tingkat keasinan lebih tinggi. Mengapa demikian? Pada permukaan laut banyak menerima sinar matahari sehingga banyak terjadi penguapan. Pada saat penguapan terjadi reaksi kimia yang menyebabkan bertambahnya garam-garaman, akibatnya salinitas meningkat.

Apa Komentar anda tentang materi di Atas...

Artikel yang berkaitan :

Comments
0 Comments

0 comments: