August 25, 2011

Sumber-Sumber Pendapatan Negara dan Jenis- Jenis Pembelanjaan Negara


Selanjutnya, kita akan menjelaskan tentang sumber-sumber pendapatan negara dan jenis-jenis pembelanjaan negara.

a. Sumber-Sumber Pendapatan Negara
Setiap negara pasti ingin memperoleh pendapatan yang sebanyakbanyaknya. Caranya, yaitu dengan menggali semua sumber pendapatan yang ada di negara tersebut. Sumber-sumber pendapatan tiap negara berbeda. Begitu juga Indonesia sebagai negara sektor migas (minyak dan gas). Namun, sejak harga BBM di dunia merosot pada tahun 1982, pemerintah mulai mendorong sektor nonmigas agar mampu meningkatkan pendapatan negara. Mulai tahun 1984 penerimaan dari nonmigas terus meningkat dan pada tahun 1987 jumlahnya sudah seimbang dengan jumlah sektor migas. Selanjutnya, sumber-sumber pendapatan Indonesia berdasarkan APBN tahun 2001 adalah sebagai berikut.
1) Pendapatan Negara terdiri atas: penerimaan dalam negeri dan hibah.
2) Penerimaan dalam negeri berasal dari penerimaan pajak dan penerimaan bukan pajak.

Sumber-Sumber Pendapatan Negara

I. Penerimaan Dalam Negeri
A. Penerimaan Perpajakan
1. Pajak Dalam Negeri, terdiri dari:
a. Pajak Penghasilan migas dan nonmigas
b Pajak Pertambahan Nilai
c. Pajak Bumi dan Bangunan
d. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan
e. Cukai
f. Pajak lainnya.
2. Pajak Perdagangan Internasional, terdiri dari:
a. Bea masuk
b. Pajak/Pungutan ekspor
B. Penerimaan Bukan Pajak
1. Penerimaan SDA (Sumber Daya Alam), terdiri dari:
a. Minyak bumi
b. Gas alam
c. Pertambangan umum
d. Kehutanan
e. Perikanan
2. Bagian laba BUMN
3. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lainnya.

II. Hibah

b. Jenis-Jenis Pembelanjaan Negara
Pembelanjaan atau pengeluaran negara sebaiknya diupayakan sama dengan pendapatan negara. Namun, pada kenyataannya sering kali pengeluaran negara lebih besar daripada pendapatan negara sehingga negara mengalami defisit (kekurangan). Untuk menutupi kekurangan tersebut, negara bisa melakukan privatisasi (menjual saham perusahaan negara kepada masyarakat), menjual aset negara, menerbitkan obligasi (surat pengakuan utang), serta berutang ke luar negeri.

Jenis-Jenis Belanja Negara

I. Belanja Pemerintah Pusat
A. Pengeluaran Rutin
1. Belanja Pegawai
2. Belanja Barang
3. Pembayaran Bunga Utang
a. Utang Dalam Negeri
b. Utang Luar Negeri
4. Subsidi
a. Subsidi BBM
b. Subsidi Non-BBM
5. Pengeluaran rutin lainnya
B. Pengeluar an Pembangunan
1. Pembiayaan pembangunan rupiah
2. Pembiayaan proyek

II. Belanja Daerah (Dana Perimbangan)
A. Dana Bagi Hasil
B. Dana Alokasi Umum
C. Dana Alokasi Khusus

Jika dilihat dari sifatnya, belanja atau pengeluaran negara dapat dibedakan menjadi dua macam:
1) Pengeluaran yang bersifat ekskausatif, yaitu pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang dapat langsung dikonsumsi atau dapat menghasilkan barang lain.
2) Pengeluaran yang bersifat transfer, yaitu pengeluaran yang berbentuk dana bantuan sosial, seperti subsidi atau sumbangan kepada korban bencana alam dan hadiah-hadiah kepada negara lain.

Apa Komentar anda tentang materi di Atas...

Artikel yang berkaitan :

Comments
0 Comments

0 comments: