January 27, 2012

Hubungan Sebaran Flora & Fauna dengan Kondisi Fisik


Hubungan Sebaran Flora & Fauna dengan Kondisi Fisik
Keanekaragaman flora dan fauna di suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik maupun nonfisik yang ada di suatu wilayah. Ada tanaman yang hanya dapat hidup di daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi dan ada tanaman yang dapat hidup di daerah yang sangat kering. Bagaimanakah pengaruh kondisi fisik suatu wilayah terhadap persebaran flora dan fauna? Tahukah kamu, apa saja yang termasuk kondisi fisik suatu wilayah? Yang termasuk faktor fisik (abiotik) adalah iklim, air, tanah, dan ketinggian tempat.

1. Iklim
Masih ingatkah kamu unsur-unsur iklim? Unsur-unsur iklim tersebut turut berpengaruh terhadap sebaran flora dan fauna. Unsur-unsur iklim tersebut antara lain adalah suhu, kelembapan udara, curah hujan, angin, dan penyinaran matahari. Faktor suhu dan kelembapan udara berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik tumbuhan. Sinar matahari diperlukan tumbuhan hijau untuk proses fotosintesis. Sedangkan angin akan membantu proses penyerbukan. Perbedaan unsur iklim yang ada di suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga berbeda.
Indonesia yang terletak di daerah beriklim tropis memiliki jenis tanaman yang beraneka macam, subur, dan hijau sepanjang tahun. Hal ini disebabkan curah hujan yang tinggi dan cukup sinar matahari. Berbeda dengan daerah gurun hanya sedikit flora dan fauna yang sanggup menyesuaikan diri, contoh: pohon kaktus yang dapat bertahan karena mampu menyimpan air dalam batangnya. Kehidupan fauna juga dipengaruhi oleh iklim. Binatang di daerah gurun akan sulit menyesuaikan diri bila harus hidup di daerah kutub yang beriklim dingin.

2. Tanah
Tanah merupakan media yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Dalam tanah terkandung unsur-unsur yang diperlukan tanaman untuk tumbuh. Komposisi tanah umumnya terdiri atas bahan mineral anorganik, bahan organik, udara, dan air. Perbedaan kandungan kadar kimiawi tanah berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah. Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan keanekaragaman tumbuhan yang hidup di suatu wilayah. Contohnya, di Nusa Tenggara jenis hutannya sabana karena tanahnya yang kurang subur. Bandingkanlah hutan yang subur di daerah pegunungan dengan hutan yang berada pada daerah yang mengandung kapur atau tanah liat. Apakah jenis tanamannya berbeda?

3. Air
Air merupakan komponen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Keberadaan air tergantung dari curah hujan yang ada di suatu wilayah. Daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi, keanekaragaman tanamannya lebih banyak dibandingkan dengan daerah yang memiliki curah hujan rendah. Di daerah tropis, banyak terdapat hutan lebat, pohonnya tinggi-tinggi, dan daunnya hijau sepanjang tahun. Sedangkan di daerah gurun, keanekaragaman flora dan faunanya lebih sedikit.

4. Tinggi Rendahnya Permukaan Bumi
Ketinggian suatu tempat menentukan jenis organisme yang hidup di tempat tersebut. Daerah dengan ketinggian yang berbeda akan memiliki kondisi fisik yang berbeda. Semakin tinggi suatu daerah, semakin rendah suhu di daerah tersebut. Setiap naik 10 meter suhu udara ratarata turun sekitar 0,5°C. Jadi, semakin rendah suatu daerah, semakin panas suhunya, dan sebaliknya semakin tinggi suatu daerah, semakin dingin daerah tersebut. Perbedaan ketinggian ini menyebabkan keanekaragaman persebaran hewan atau tumbuhan yang ada di suatu wilayah.

Apa Komentar anda tentang materi di Atas...

Artikel yang berkaitan :

Comments
0 Comments

0 comments: