December 26, 2011

Ciri Umum & Penggolongan Animalia (Dunia Hewan)


Ciri Umum & Penggolongan Animalia (Dunia Hewan)
Ciri Umum Animalia (Dunia Hewan)
Bila kita identifikasi, umumnya hewan memiliki karakter atau menunjukkan ciri sebagai berikut.
1. Hewan merupakan organisme eukariota, multiseluler, heterotrofik. Berbeda dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan, hewan memasukkan bahan organik yang sudah jadi, ke dalam tubuhnya dengan cara menelan (ingestion) atau memakan organisme lain, atau memakan bahan organik yang terurai.
2. Sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel yang menyokong tubuh dengan kuat, seperti pada tumbuhan atau jamur. Komponen terbesar sel-sel hewan terdiri atas protein struktural kolagen.
3. Keunikan hewan yang lain adalah adanya dua jaringan yang bertanggung jawab atas penghantaran impuls dan pergerakan, yaitu jaringan saraf dan jaringan otot sehingga dapat bergerak secara aktif.
4. Sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual, dengan tahapan diploid yang mendominasi siklus hidupnya. Memang tidak mudah membuat definisi yang tepat untuk hewan. Hal ini disebabkan karena adanya banyak variasi sifat-sifat dunia hewan, selalu ada saja pengecualian dari sifat-sifat umum pada suatu kelompok hewan tertentu.

Penggolongan Animalia
Dalam sistem klasifikasi 5 kingdom, animalia (dunia hewan) digolongkan berdasarkan struktur tubuhnya. Ada empat ciri struktur tubuh yang menggambarkan perkembangan dunia hewan secara filogenetik , yaitu ada atau tidak adanya jaringan sejati, simetri tubuh (radial,diploblastik atau bilateral triploblastik), ada atau tidak adanya rongga tubuh (selom), dan tipe selom (selom dari kumpulan sel atau selom dari pipa saluran pencernaan). di bawah ini menggambarkan penggolongan animalia dan ciri utama susunan tubuhnya.

Organisasi filum animalia menurut ciri-ciri utama susunan tubuhnya
1.      Filum Porifera Ciri utama susunan tubuh Multiseluler tanpa jaringan sejati
2.      Filum Cnidaria Ctenophora Ciri utama susunan tubuh Multiseluler dengan jaringan sejati, simetri radial, diploblastik (dua lapisan nutfah, yaitu ektoderm dan endoderm)
3.      Filum Platyhelminthes Ciri utama susunan tubuh Multiseluler dengan jaringan sejati, simetri bilateral, triploblastik (tiga lapisan nutfah, yaitu ektoderm, mesoderm, endoderm), aselomata (tubuh padat tanpa rongga tubuh) Filum Rotifera Nematoda Ciri utama susunan tubuh Multiseluler dengan jaringan sejati, simetri bilateral, triploblastik, pseudoselom (rongga tubuh antara saluran pencernaan dan dinding tubuh tidak sepenuhnya dilapisi mesoderm)
4.      Filum Nemertea Lophophorata Phoronida Mollusca Annelida Arthropoda Ciri utama susunan tubuh Multiseluler dengan jaringan sejati, simetri bilateral, triploblastik, pseudoselom (rongga tubuh antara saluran pencernaan dan dinding tubuh tidak sepenuhnya dilapisi mesoderm)
5.      Filum Echinodermata Ciri utama susunan tubuh Multiseluler dengan jaringan sejati, simetri bilateral, triploblastik, selomata (rongga tubuh sepenuhnya dilapisi mesoderm). Pembelahan spiral dan determinan, mulut berkembang dari
6.      blastopori, rongga tubuh skizoselus (terbentuk dengan cara pembagian massa jaringan mesoderm)
7.      Filum Chordata Ciri utama susunan tubuh Multiseluler dengan jaringan sejati, simetri bilateral, triploblastik, selomata. Pembelahan radial dan indeterminant, anus berkembang dari blastopori, rongga tubuh enteroselus (terbentuk melalui pelipatan dinding arkenteron mesoderm)

Secara anatomis dan embriologis, hewan-hewan anggota dari suatu filum menunjukkan kombinasi ciri tubuh yang berbeda dengan anggota filum yang lain. Misalnya, ciri-ciri dasar susunan tubuh Arthropoda yang memiliki kaki beruas, kerangka tubuh diluar (eksoskeleton), dan tubuhnya bersegmen (beruas), contohnya kepiting, laba-laba dan serangga.

Apa Komentar anda tentang materi di Atas...

Artikel yang berkaitan :

Comments
0 Comments

0 comments: