Latest News

Macam-macam Kurs Konversi yang ditetapkan Bank Indonesia


Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki tanggung jawab untuk menjaga kestabilan nilai rupiah. Oleh karena itu, Bank Indonesia menetapkan kurs konversi (kurs pertukaran) sebagai patokan dalam kegiatan ekonomi. Kurs konversi yang ditetapkan Bank Indonesia terdiri atas dua macam, yaitu:

 Kurs Uang Kertas Asing (UKA)
Kurs UKA (Uang Kertas Asing) adalah kurs yang dipakai sebagai patokan dalam jual beli uang kertas asing, seperti uang kertas dolar AS, uang kertas yen dan lain-lain. Pada umumnya, jual beli uang kertas asing terjadi di money changer (lembaga pertukaran uang) atau di bank-bank yang melayani jual beli uang kertas asing. Jual beli uang kertas asing bisa juga melibatkan para makelar. Kegiatan jual beli uang kertas asing dilakukan antara lain untuk memenuhi kebutuhan para turis akan rupiah dan untuk memberi keuntungan dengan memanfaatkan naik turunnya nilai kurs. Dari tabel kurs UKA di atas, tampak ada kurs beli UKA dan kurs jual UKA. Kurs beli UKA adalah kurs yang dipakai bila pedagang valuta asing (mata uang asing) sedang membeli valas. Adapun kurs jual UKA adalah kurs yang dipakai bila pedagang valas sedang menjual valas. Yang dimaksud pedagang valas adalah money changer (lembaga pertukaran uang), bank devisa dan makelar valas.
Setiap pedagang valas bisa menentukan kurs jual UKA dan kurs beli UKA yang diinginkannya dalam rangka meraih keuntungan tertentu, asal tetap berpedoman pada kurs beli dan jual UKA yang sudah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Dengan demikian, besarnya kurs beli UKA dan kurs jual UKA yang ditentukan para pedagang menjadi beragam, akan tetapi besarnya tidak akan jauh berbeda dengan nilai kurs beli UKA dan kurs jual UKA yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Dari daftar kurs di atas hanya diperlihatkan kurs beli UKA dan kurs jual UKA yang berasal dari 3 lembaga, yang pertama adalah kurs dari BI (Bank Indonesia) yang berlaku sebagai patokan bagi pedagang valas, yang kedua dan ketiga adalah kurs dari dua money changer yang terkenal di Jakarta yaitu CIC (Center Investment Corporation)
dan AYU.

 Kurs Transaksi
Kurs Transaksi adalah kurs yang dipakai sebagai patokan dalam melakukan transaksi yang melibatkan mata uang asing. Dalam kurs transaksi juga dikenal adanya kurs beli dan kurs jual seperti yang tampak dalam daftar kurs di atas. Meskipun demikian, bukan berarti bank melakukan jual beli uang kertas asing seperti yang terjadi di money changer. Adanya kurs beli dan kurs jual di sini hanya untuk memperjelas posisi bank dalam bertransaksi. Misalnya nasabah A membawa uang rupiah dan ingin memindahbentukkan menjadi uang asing (misalnya, mentransfer ke luar negeri) berarti nasabah tersebut sedang membutuhkan uang asing. Oleh karena itu, dia harus membeli uang asing tersebut. Jika nasabah A pembeli, berarti posisi bank sebagai penjual, sehingga bank akan mengenakan kurs jual-transaksi pada nasabah A.
Sebaliknya, bila nasabah B di Jakarta memiliki uang asing serta ingin mengirimkan untuk anaknya di Bandung sebagai biaya kuliah, itu berarti nasabah B ingin menjual uang asing dan memindahbentukkannya menjadi rupiah. Karena nasabah B menjual, berarti posisi bank sebagai pembeli, sehingga bank akan mengenakan kurs beli transaksi kepada nasabah B. Mengenai pengenaan kurs beli dan kurs jual pada nasabah bisa kalian lihat lagi pada pelajaran di kelas X tentang pasar valuta asing.
Contoh: Ibu Ani ingin mentransfer uang untuk anaknya di Amerika.
Karena di Amerika berlaku dolar Amerika maka uang rupiah yang dibawa ibu Ani harus ditransfer dengan dikenakan kurs transaksi. Dalam transaksi ini, ibu Ani akan dikenakan kurs jual karena posisi bank sebagai penjual dolar kepada ibu Ani, uang dolar tersebut kemudian ditransfer ke luar negeri.
Selain untuk patokan transfer, kurs transaksi juga dipakai sebagai patokan dalam pengambilalihan wesel ekspor dan pencairan pinjaman luar negeri. Besarnya nilai kurs transaksi ditentukan oleh Bank Indonesia, contohnya bisa dilihat pada daftar kurs di atas. Bank-bank lain diperbolehkan menentukan sendiri besarnya kurs transaksi dalam rangka meraih keuntungan tertentu, asalkan tetap berpedoman pada besarnya kurs transaksi yang ditetapkan Bank Indonesia. Dengan demikian, nilai kurs transaksi yang ditetapkan bank-bank lain nilainya tidak akan jauh berbeda dengan kurs transaksi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Baik kurs transaksi maupun kurs uang kertas asing ditetapkan setiap hari oleh Bank Indonesia. Ini berarti nilai kurs transaksi berbeda dari hari ke hari. Selain dikenal kurs jual dan kurs beli, dikenal juga istilah kurs tengah (middle rate exchange). Kurs tengah atau kurs rata-rata diperoleh dari {(kurs jual + kurs beli) : 2}. Kurs tengah digunakan untuk keperluan transaksi antar bank dan juga untuk keperluan analisis teori-teori perubahan kurs. Pada pembahasan selanjutnya, kurs tengah digunakan sebagai dasar analisis untuk mempermudah pemahaman tentang sistem kurs.

0 Response to "Macam-macam Kurs Konversi yang ditetapkan Bank Indonesia"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Klik salah satu Link di Bawah ini, untuk menutup BANNER ini...