August 20, 2011

Faktor yang Memengaruhi Besarnya Konsumsi Rumah Tangga


1. Konsumsi
Konsumsi adalah kegiatan dalam memanfaatkan atau menggunakan barang dan jasa. Kegiatan konsumsi atau pengeluaran konsumsi terdiri atas konsumsi pemerintah (government consumption) dan konsumsi rumah tangga (private consumption). Namun dalam pembahasan ini, kita akan memfokuskan konsumsi rumah tangga karena pengeluaran konsumsi rumah tangga memiliki porsi terbesar dalam pengeluaran konsumsi total (agregate). Mengingat porsinya yang besar, maka konsumsi rumah tangga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap stabilitas perekonomian.

Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi besarnya konsumsi rumah tangga.
a. Faktor-Faktor Ekonomi
1) Pendapatan dan Kekayaan Rumah Tangga
Pendapatan rumah tangga sangat besar pengaruhnya terhadap tingkat konsumsi. Pada umumnya, semakin besar pendapatan rumah tangga maka tingkat konsumsi makin tinggi karena kemampuan untuk membeli berbagai kebutuhan juga semakin meningkat. Contohnya: apabila pendapatan orang tua kalian meningkat, kalian dapat dibelikan handphone, komputer, dan sebagainya.

Kekayaan rumah tangga terdiri atas kekayaan riil (rumah, tanah, perhiasan, mobil) dan kekayaan finansial (tabungan, deposito, dan saham). Apabila rumah, tanah, mobil kita sewakan maka akan mendapatkan penghasilan. Demikian pula dengan tabungan, deposito akan memperoleh bunga, sedangkan saham akan mendapat dividen (keuntungan). Semuanya itu akan meningkatkan penghasilan rumah tangga yang berdampak pada meningkatnya pengeluaran konsumsi.
2) Tingkat Bunga
Tingkat bunga yang tinggi dapat mengurangi konsumsi karena biaya ekonomi (opportunity cost) dari kegiatan konsumsi akan semakin mahal. Bagi mereka yang mempunyai kelebihan dana, akan lebih menguntungkan apabila sebagian pendapatannya digunakan untuk deposito atau tabungan. Hal tersebut tentunya mengurangi tingkat konsumsi.
3) Perkiraan Harga di Masa Depan
Adanya perkiraan kenaikan atau penurunan harga di masa depan akan memengaruhi tingkat konsumsi rumah tangga. Misalnya: harga sembako menjelang hari raya akan meningkat, maka konsumen memilih membeli sembako jauh hari sebelum hari raya tiba. Dengan demikian, tingkat konsumsi di masa sekarang akan meningkat.
4) Jumlah Anggota Keluarga
Semakin banyak jumlah anggota keluarga, maka tingkat konsumsi akan meningkat. Sebaliknya, jika jumlah keluarga sedikit, maka tingkat konsumsinya lebih rendah.

b. Faktor-Faktor Nonekonomi
Semakin majunya arus informasi dan teknologi akan berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Dewasa ini semakin mudah dalam mengakses informasi baik dari media radio, televisi, surat kabar maupun internet, telah membawa perubahan dalam pola hidup masyarakat. Misalnya, banyaknya iklan tentang produk makanan akan meningkatkan konsumsi produk makanan. Selain itu adanya kemudahan bertransaksi melalui internet, akan mendorong rumah tangga untuk meningkatkan kegiatan.

c. Faktor-Faktor Demografi (Kependudukan)
1) Jumlah Penduduk
Meningkatnya jumlah penduduk akan memperbesar pengeluaran konsumsi secara menyeluruh (agregate).
2) Komposisi penduduk
Komposisi penduduk suatu negara terdiri atas:
a) usia yaitu produktif dan tidak produktif,
b) pendidikan yaitu rendah, menengah, dan tinggi; dan
c) wilayah tinggal yaitu di perkotaan dan pedesaan.

 Banyaknya penduduk usia produktif (15 – 64 tahun) yang bekerja akan meningkatkan pengeluaran konsumsi. Demikian pula semakin tinggi tingkat pendidikan maka kebutuhan hidupnya semakin meningkat. Makin banyak penduduk yang tinggal di perkotaan dengan pola hidup yang konsumtif akan memperbesar pengeluaran konsumsi agregate.
Fungsi konsumsi adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara tingkat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional (atau pendapatan disposibel) perekonomian tersebut. Konsep pendapatan dibagi dalam pendapatan nasional (Y) dan pendapatan yang siap dibelanjakan setelah dikurangi pajak (pendapatan disposibel atau Yd ).

Berikut ini persamaan fungsi konsumsi.
C = a + bY atau C = a + bYd

Keterangan:
C = konsumsi
a = nilai konsumsi pada saat Y atau Yd = 0 (konsumsi autonomous)
b = tambahan konsumsi yang diakibatkan oleh bertambahnya pendapatan (selisih tingkat konsumsi sekarang dan sebelumnya dibagi selisih besarnya pendapatan sekarang dan sebelumnya) = MPC (Marginal Propensity to Consume)
Y = pendapatan nasional
Yd = pendapatan disposibel yaitu pendapatan netto yang siap dibelanjakan setelah dikurangi pajak.

Apa Komentar anda tentang materi di Atas...

Artikel yang berkaitan :

Comments
0 Comments

0 comments: