January 12, 2013

Ideologi yang Berkembang pada Masa Pergerakan Nasional Indonesia

Pergerakan Nasional Indonesia yang muncul pada dekade pertama abad ke-20 merupakan suatu fenomena baru dalam sejarah bangsa Indonesia. Dalam hal tertentu, Pergerakan Nasional dapat dianggap sebagai lanjutan perjuangan yang masih bersifat pranasional dalam menentang praktik-praktik kolonialisme dan imperialisme Belanda pada masa-masa sebelumnya. Akan tetapi, ada sedikit perbedaan di antara keduanya, yaitu bahwa Pergerakan Nasional Indonesia yang muncul pada permulaan abad ke-20 itu telah mengambil bentuk lain. Pergerakan Nasional pada awal abad ke-20 lebih terorganisasi, mempunyai asas dan tujuan yang jelas, berjangkauan panjang, serta mempunyai ideologi baru, yaitu menciptakan masyarakat maju. Suatu ideologi yang kemudian mengalami pendewasaan dengan hasrat mendirikan sebuah negara nasional..........

Nasionalisme Indonesia mengalami pertumbuhan dan perkembangan pada masa lalu bersamaan dengan pertumbuhan dan perkembangan Pergerakan Nasional Indonesia. Oleh karena itu, sifat dan corak perkembangannya tampil sesuai dengan sifat dan corak organisasi pergerakan yang mewakilinya. Sifat dan corak nasionalisme pada saat lahirnya Budi Utomo (1908) misalnya, berbeda dengan nasionalisme yang dikembangkan oleh Sarekat Islam dan Indische Partij. Kelahiran Budi Utomo telah dilandasi oleh nasionalisme dalam bentuk yang masih samar-samar, hal itu tampak dari aktivitasnya. Perkumpulan Budi Utomo dengan jelas membatasi gerakannya pada Jawa dan Madura. Sasaran perjuangannya juga tampak belum tegas perjuangan politik atau terbatas pada sosial budaya. Sikap ragu-ragu itu menyebabkan aktivitasnya cenderung hanya di bidang kebudayaan.

Lahirnya Sarekat Islam (1912) memberikan titik terang bagi perkembangan nasionalisme Indonesia. Latar belakang ekonomis perkumpulan ini adalah persaingan dengan pedagang perantara Cina. Akan tetapi, Sarekat Islam lahir tidak semata-mata hanya karena mengadakan perlawanan terhadap pedagang Cina, tetapi membuat front melawan semua penghinaan terhadap rakyat pribumi. Keanggotaan Sarekat Islam berhasil sampai pada lapisan masyarakat kelas bawah dengan lingkup yang lebih luas. Akan tetapi, ada ciri-ciri yang dijiwai oleh Islam pada organisasi tersebut telah menutup kemungkinan masuknya anggota dari masyarakat non-Islam. Perkembangan nasionalisme Indonesia mengarah pada konsep nasionalisme yang bercorak ekonomi, religius, dan demokratis.

Lebih luas dan tegas dari kedua organisasi di atas adalah konsep nasionalisme yang diperkenalkan oleh Indische Partij. Walaupun belum menggunakan nama Indonesia, organisasi ini telah dengan tegas mencanangkan kemerdekaan Tanah Air dan bangsa Hindia lepas dari Nederland sebagai akhir dari tujuan perjuangannya. Nasionalisme yang dikembangkan memiliki corak yang tegas, bahkan radikal. Hal itu pula yang telah menempatkan organisasi tersebut sebagai organisasi politik pertama di Indonesia. Meskipun usianya tidak panjang, konsep nasionalisme yang dicanangkan memberikan angin dan corak baru bagi perjuangan pergerakan kebangsaan kaum pribumi.

Organisasi yang memberikan andil sangat besar dalam mempertegas dan mendewasakan konsep nasionalisme Indonesia menjadi konsep nasionalisme yang sesungguhnya adalah perkumpulan mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda yang bernama Perhimpunan Indonesia (PI). Pada mulanya, organisasi itu bernama Indische Vereeniging (1908). Seperti halnya Budi Utomo yang lahir di Indonesia, organisasi itu semula hanyalah perkumpulan sosiokultural.

Akan tetapi, sejak 1925 Indische Vereeniging telah berkembang menjadi organisasi politik. Sebagai bagian dari identitas nasional yang baru, Indische Vereeniging memakai nama Perhimpunan Indonesia serta menggunakan nama Indonesia Merdeka pada judul majalahnya. Lewat organisasi Perhimpunan Indonesia itulah, konsep nasionalisme diberi corak yang lebih tegas dan revolusioner. Kecuali tuntutannya yang tegas tentang kemerdekaan Indonesia dengan kekuatan sendiri, Perhimpunan Indonesia juga telah memberikan sumbangan yang sangat penting bagi perkembangan nasionalisme Indonesia itu sendiri. Sumbangan itu berupa penggunaan nama Indonesia sebagai identitas nasional dan nama bagi bangsa dan negara yang sedang diperjuangkan untuk merdeka.

Kelahiran Partai Nasional Indonesia (PNI) di Indonesia tahun 1927 pada hakikatnya melanjutkan ide-ide yang dikembangkan oleh Perhimpunan Indonesia selain dilandasi oleh nasionalisme yang revolusioner. Dicetuskannya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan bukti bahwa nasionalisme telah melandasi dan dijunjung tinggi dalam aktivitas bangsa Indonesia. Dalam keputusan itu dicantumkan alasan utamanya untuk bersatu adalah kemauan bersama yang akan mengatasi alasan-alasan lainnya dengan tetap menghormati perbedaan-perbedaan yang ada.

Dari pertumbuhan dan perkembangan organisasi Pergerakan Nasional Indonesia, tampaklah bahwa proses pendewasaan dan pematangan konsep nasionalisme Indonesia bergerak dari nasionalisme kultural, berkembang ke sosio-ekonomis dan memuncak menjadi nasionalisme revolusioner............

Apa Komentar anda tentang materi di Atas...

Artikel yang berkaitan :

Comments
0 Comments

0 comments: