January 12, 2013

Sejarah Munculnya Organisasi Partai Nasional Indonesia

Partai Nasional Indonesia (PNI) didirikan oleh kaum muda terpelajar yang dipimpin oleh Ir. Sukarno pada tanggal 4 Juli 1927 di Bandung. Kaum muda terpelajar itu tergabung dalam Algemene Studie Club (Bandung). Kebanyakan dari mereka adalah mantan anggota Perhimpunan Indonesia yang telah kembali ke Tanah Air. Sebagai Ketua PNI dipilih....

Ir. Sukarno. Partai Nasional Indonesia bersikap radikal. Hal itu terlihat dari strategi perjuangannya yang berhaluan nonkooperasi. PNI tidak bersedia menjadi anggota Volksraad yang dibentuk oleh pemerintah.

PNI di dalam anggaran dasarnya menyatakan bahwa tujuan organisasinya ialah Indonesia merdeka. Tujuan itu hendak dicapai dengan percaya pada diri sendiri, artinya memperbaiki keadaan politik, ekonomi, dan sosial budaya yang sudah dirusak oleh penjajahan dengan kekuatan sendiri. Semuanya itu akan dicapai melalui berbagai usaha, antara lain sebagai berikut.
1) Politik
Usaha politik ditempuh dengan cara memperkuat rasa kebangsaan, persatuan, dan kesatuan; memajukan pengetahuan sejarah kebangsaan; mempererat kerja sama dengan bangsa-bangsa Asia; menumpas segala perintang kemerdekaan dan kehidupan politik.
Dalam bidang politik, PNI berhasil menghimpun organisasi pergerakan lainnya ke dalam satu wadah yang disebut Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). PPPKI dibentuk dalam suatu konferensi tanggal 17–18 Desember 1927 di Bandung yang bertujuan untuk mencapai persamaan arah aksi kebangsaan dari berbagai perkumpulan dan menghindarkan perselisihan yang merugikan.
2) Ekonomi
Usaha ekonomi ini dilakukan dengan cara memajukan perdagangan rakyat, kerajinan atau industri kecil, bank-bank, sekolah-sekolah, dan terutama koperasi.
3) Sosial
Usaha sosial ini dilakukan dengan cara memajukan pengajaran yang bersifat nasional, meningkatkan derajat kaum wanita, memerangi pengangguran, memajukan transmigrasi, dan memajukan kesehatan rakyat dengan mendirikan poliklinik dan memberantas pemadatan (morfinisme), serta mendirikan dan menyokong serikat-serikat pekerja.

Berkat usaha dan perjuangan dari tokoh PNI, seperti Ir. Sukarno, Ali Sastroamidjojo, Sartono, Sujudi, Iskak Cokrohadisuryo, Dr. Samsi, dan Budiarto, PNI berkembang sangat pesat. PNI telah mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap Pergerakan Nasional. Ir. Sukarno sebagai seorang ahli pidato berhasil menggerakkan rakyat sesuai dengan tujuan PNI. Pengaruh PNI makin meluas ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Pengaruh aksi-aksi PNI menimbulkan suasana kesegaran baru di dalam masyarakat. Pengaruh PNI juga sangat terasa pada organisasi-organisasi pemuda sehingga melahirkan Sumpah Pemuda dan organisasi wanita yang melahirkan Kongres Perempuan di Yogyakarta pada tanggal 22 Desember 1928.

Kegiatan PNI yang bertujuan mencapai kemerdekaan nasional dicap pemerintah kolonial sebagai suatu gerakan nasional yang ekstrem. Walaupun ada peringatan tersebut, cabang PNI tetap tumbuh di seluruh Indonesia. Melihat gerakan dan pengaruh PNI yang makin meluas, pemerintah kolonial menjadi cemas. Untuk itu, dilontarkan bermacam-macam isu untuk menjelekkan PNI. Belanda menuduh PNI akan melakukan pemberontakan pada tahun 1930. Dengan alasan tersebut, pemerintah Belanda melakukan penggeledahan terhadap kantor dan rumah tokoh-tokoh PNI untuk mencari dokumen yang berisi rencana pemberontakan (24 Desember 1929).

Walaupun tidak ditemukan seperti apa yang diinginkan, pemimpin PNI, seperti Ir. Sukarno, Maskun, Supriadinata, dan Gatot Mangkupraja, ditangkap dan dihadapkan ke pengadilan pada tahun 1930. Karena bukti memberontak tidak ada, dicari dasar tuntutan lain, yaitu menghasut dan mengadakan perkumpulan yang bermaksud jahat. Mereka pada tanggal 20 Desember 1930 dijatuhi hukuman oleh hakim di pengadilan kolonial Bandung. Ir. Sukarno dijatuhi hukuman 2 tahun, Maskun dihukum 20 bulan, dan Supriadinata dihukum 15 bulan penjara.

Peristiwa itu merupakan pukulan besar bagi PNI. Atas inisiatif Sartono pada Kongres Luar Biasa Ke-2 PNI (25 April 1931) organisasi tersebut dibubarkan. Sartono kemudian mendirikan Partai Indonesia (Partindo) pada tahun 1931. Sebagian anggota yang lain mendirikan Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Baru)........

Apa Komentar anda tentang materi di Atas...

Artikel yang berkaitan :

Comments
0 Comments

0 comments: