April 2, 2012

Menyusun Sinopsis kreasi Tari Kelompok, Tari Tunggal & Tari Nonetnik


Menyusun Sinopsis kreasi Tari Kelompok, Tari Tunggal & Tari Nonetnik
Sebuah sinopsis tari baik tunggal maupun kelompok, sebenarnya adalah menggambarkan sebuah kejadian yang ingin disampaikan melalui tarian tersebut. Jika tari kelompok menggambarkan sebuah perasaan ketika peristiwa terjadi, atau menggambarkan cuplikan cerita atau tema tertentu, maka pada tari tunggal jelas diminta untuk memberikan gambaran tentang tokoh tarian yang sedang dibawakan.
Bacalah ilustrasi cerita dan sinopsis berikut ini:
Seorang wanita bernama Dewi Anjasmara sedang menyamar menjadi laki-laki. Ia mencari kekasihnya, Damarwulan, yang sedang berperang membela negaranya tercinta.
Sinopsis untuk cerita tersebut dapat disusun dengan uraian sebagai berikut:
“Karena kecintaannya terhadap sang kekasih, seorang wanita menjelma menjadi seorang laki-laki, hingga keinginannya tercapai.“

Saat pertama kali Anda datang ke sebuah tempat yang baru, apa yang ingin segera Anda ketahui? Anda mungkin akan bertanya-tanya. Tempat apa ini? Apa fungsinya? Siapa saja yang menggunakannya? Berbagai pertanyaan lain yang menyiratkan rasa ingin tahu pasti ada dalam benak Anda. Untuk dapat memberikan penjelasan tentang ‘tempat‘ tersebut, Anda akan bertanya kepada seseorang yang menjadi pemilik tempat, atau penjaganya, atau Anda harus berkeliling sendiri menemukan jawaban dari keadaan di sekitarnya.
Sinopsis merupakan istilah yang sering digunakan untuk memberikan gambaran sebuah tarian; bercerita tentang apa, siapa, pesan apa yang ingin disampaikan. Biasanya kalimat disusun dengan kata-kata yang bermakna, padat, isinya langsung menunjukkan isi, dengan rangkaian kata yang puitis. Demikian itu agar penonton mengetahui garis besar gambaran sajian tarinya dan menangkap secara ekspresif karyanya. Berikut ini contoh sinopsis tari kelompok.
Judul tari : Tari Katumbiri
Pencipta tari : Iyus Rusliana
Genre tari : Kreasi karya individu
Bentuk tari : Tari kelompok
Karakter tari : Lincah
Sinopsis : Menggambarkan para bidadari yang turun ke Bumi melalui jembatan berwarna pelangi (katumbiri). Pelangi disimbolisasikan dengan warna-warni kostum para penarinya. Para bidadari dari Kahyangan bermain dan bercanda penuh kegembiraan.

Sinopsis Tari Nonetnik
Gagasan utamanya adalah menyampaikan perasaan dan keinginan dari sang koreografer, tanpa perlu menyebutkan karakter tarian karena bukan menggambarkan sosok tokoh secara utuh. Bisa saja mengangkat sifat atau kebiasaan tokoh, atau kejadian yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan trauma pada hidupnya. Dalam hal ini, yang digambarkan pada tari hanya ide memunculkan perasaan trauma seseorang, kesedihannya, ketakutannya, perasaan dendamnya, atau perasaan lain yang berkecamuk di dalam jiwanya. Semua jenis, bentuk, genre tarian mengacu kepada disiplin ilmu yang sama. Beragamnya tarian di Indonesia merupakan kekayaan yang patut dipertahankan dan dibanggakan keberadaannya. Hal tersebut menunjukkan identitas bangsa, terutama oleh generasi muda. Generasi muda adalah tulang punggung bangsa. Hal itu dapat diwujudkan apabila generasi muda seperti Anda memiliki fondasi kuat dengan memiliki wawasan yang baik, ilmu yang bermanfaat, dan memiliki nurani.

Perhatikan contoh sinopsis tari nonetnik berikut ini.
-           Tari Nonetnik bertema literer
Judul : Yudistira adu dadu
Sinopsis : Darah ... karena nafsu membutakan hati, meski negara harus menjadi pertaruhan demi keserakahan, manusia lupa diri bertaruh mempertahankan ketidakpastian.
-           Tari Nonetnik bertema Nonliterer
Judul : Simbiosis
Sinopsis : Kamu ada ... aku tak ada. Aku tak ada …. Kamu tak ada pula, boleh jika itu maumu, tapi tidak buatku. Kita sama-sama ada … untuk kita.

Pahami perbedaan sinopsis tari nonetnik yang bertema literer dan tema nonliterer itu. Selanjutnya, Anda dapat mengikuti langkah-langkah pemahaman penyusunan sinopsis dengan semakin banyak berlatih membuat sinopsis. Bisa dimulai dengan membuat sinopsis untuk sebuah lagu, atau sebuah kegiatan seni, baru kemudian cobalah lebih spesifik pada tari-tari yang Anda kenal di daerah Anda sendiri.

Sinopsis Kreasi Tari Tunggal dan Kelompok
Sebuah sinopsis tari baik tunggal maupun kelompok, sebenarnya adalah menggambarkan sebuah kejadian yang ingin disampaikan melalui tarian tersebut. Jika tari kelompok menggambarkan sebuah perasaan ketika peristiwa terjadi, atau menggambarkan cuplikan cerita atau tema tertentu, maka pada tari tunggal jelas diminta untuk memberikan gambaran tentang tokoh tarian yang sedang dibawakan.
Bacalah ilustrasi cerita dan sinopsis berikut ini:
Seorang wanita bernama Dewi Anjasmara sedang menyamar menjadi laki-laki. Ia mencari kekasihnya, Damarwulan, yang sedang berperang membela negaranya tercinta. Sinopsis untuk cerita tersebut dapat disusun dengan uraian sebagai berikut:
“Karena kecintaannya terhadap sang kekasih, seorang wanita menjelma menjadi seorang laki-laki, hingga keinginannya tercapai.“

Apa Komentar anda tentang materi di Atas...

Artikel yang berkaitan :

Comments
0 Comments

0 comments: